Apr
15
Filed Under (Uncategorized) by bazoekie on 15-04-2008

Making_you_richer_pack_2

Beberapa waktu lalu sempet mengikuti “Perspektif Wimar” di anTV. Ga biasanya memindah-mindah channel untuk cari berita lain. Tema yang menarik memaksaku untuk mengikuti perbincangan seru antara Host,calon co-host yang cantik-Puteri Indonesia 2006 Agni Pratista-,dan tentunya bintang tamu seorang Finansial Consulting yaitu Liwigna P Hananto. Bukan hanya menarik sih temanya, tetapi emang cara dia ngomong enak didengar. Selain suaranya renyah seperti krupuk, analisis dia dan bagaimana menarik hati audiens patut diacungi jempol.
Temanya sih biasa aja, karena aku tak kurang dua tiga kali mendengar omongan dia yang tak jauh beda isinya. Tetapi ya memang begitu fenomena yang ada di masyarakat-terutama masyarakat urban-.

Pada inget kan iklan sms premium dari pengamat keuangan lain, Safir Senduk?
- Apakah anda baru bisa belanja saat gajian tiba?
- Apakah pengeluaran anda selalu lebih besar dari pemasukan Anda?
- Apakah Rekening anda tak ada beda dengan lalu lintas,yg hanya transit di rekening tiap tiap bulanya?
He2..menohok tapi emang kenyataan.

Menurut Liwigna hananto sendiri simpel aja kita dalam mengelola keuangan :
- Kita harus punya tujuan keuangan yan jelas, entah jangka pendek, menengah ataupun panjang.
Bener juga sih,ambil contoh tahun ini kita tagetkan akhir tahun liburan ke Lombok (aduh jadi pengen nehhh). Berarti biasa kita hitung kebutuhan misal 6 juta totalnya, berarti tinggal kita terjemahin ke biaya yang harus kita sisihkan tiap bulan berarti 50 rb bila kita anggap mulai dari bulan janurai merencanakan.

-Point pertama tak ada guna bila tak mecing dengan penghasilan dan pola keuangan kita.
LPH sih bilang 10% dari gaji loe kudu aman dalam bentuk tabungan atau investasi. 30-40% dari gaji adalah untuk kebutuhan pokok. Jadi setelah itu terselah loe mau ngapain dengan 50% sisanya untuk “Life Style” loe.Mungkin dari situ kita bisa ngerancang tujuan keuangan kita.aplikasinya bisa macem2;nyicil Kartu Kredit, kresit barang, dan apalagi kalo ga “mogleng-mogleng” tiap pekan?
Pertanyaan yang muncul memang sebenarnya di situ inti gaya dan pola keuangan kita. Masa kita mau mati gaye…?Ga mau make asil keringet kitapakai untuk hal yang menyenangkan kita?
Tapi intinya menurutku asal kita jangan utang, entah dengan kartu kredit atau yang laenya…(masih bisa diperdebatkan sih)

- Punya 2 rekening adalah solusi?
Mungkin ada benarnya jika kita punya 2 rekening untuk mengamankan tujuan keuangan kita. Satu buat tabungan dan Invesasi (pundi-Pundi harta) dan yang satu sebagai lalu lintas. Tiap bulan rekening Pundi harta menerima limpahan uang dari rekening lalu lintas (dapet tambahan jika sisa).

Ideal Vs Realita.
Semua uraian di atas adalah idealitas manajemen keuangan pribadi kita yang secepat mungkin harus lewati seperti :
Tahap 1- Rencanakan
Tahap 2 - Aplikasi + Komitmen ketat
Tahap 3 - Evaluasi dengan target kedinamisan.

Masalahku sekarang ?
Sekarang secara realita aku masih pada tahap satu…dan begitu ingat udah masuk tahap 3 di akhir bulan.
Artinya apa?
Orang memang bukan hanya selesai pada tahap tahu aja…
Jika udah tau ilmunya kan emang harus diamalkan.Tau ilmunya tak pernah diaplikasikan kan sama juga bohong kan.Tolong dong kasih jembatan yang aku cari untuk menyambungny,sekian lama ku cari tak ketemu.
Cape nian awak meracau…
Tak jua awak samapai ke seberang sungai….

regards

Feb
21
Filed Under (film) by bazoekie on 21-02-2008

Ayatayat_cinta_movie

Selain beberapa film lokal yang akan beredar dalam waktu dekat ini,aku begitu sangat menunggu film ini yang begitu membuat aku penasaran. Ayat-ayat Cinta, sebuah film Produksi MD Entertainment yang mempercayakan penyutradaraannya kepada sosok Hanung Bramantyo memang layak dinantikan.Tak hanya ide cerita yang baru untuk ukuran film Indonesia karena memang novelnya yang laku keras bak kacang telor dijual murah,tetapi juga respon pasar yang begitu menunggu film ini (menurut aku sih antusias) yang bisa jadi anti klimaks dibanding dengan novelnya.

Dalam beberapa wawancara di beberapa majalah, sang sutradara berkeyakinan dengan idealis dia adalah sebuah ekspresi yang terserah mau dikomentari seperti apa oleh penonton.Dalam wancaranya dengan majalah “Cinemagz” misalnya dia berkata pasti penonton akan kecewa karena penggambaran tokoh utama yang akan jauh dari apa yang kita kira.Tetapi itulah yang akan dia lemparkan kepada pecinta seni khususnya film yang diangkat dari sastra tulis.

“Ayat-Ayat Cinta” karya Kang Abik -nama panggilan Habiburrahma el Sirazhy-sendiri dalam bentuk novel bercerita tentang Tokoh Fahry sebagai sosok yang begitu ideal dalam pandangan umum; ganteng,cerdas dan alim -karena rajin ikut Tallaqi untuk menjaga hafalan tiap juz Al-Qur’an-. Mungkin salah satu kelemahan dia karena dia lahir dan dibesarkan dalam keluarga pas-pasan di Jawa.Fahry kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo bertetangga dengan Maria sebagai wanita dari Kristen Koptik yang toleran.Dalam sebuah perjalanan di Trem tak senganja dipertemukan dengan Aishah sebagai seorang muslim Jerman ber-cadar. Singkat cerita berbagai cerita dan kejadian akhirnya keduanya dipertemukan dalam sebuah pernikahan. Disamping pertemuan dan jalan cerita yang terlihat selalu kebetulan,apalagi jika bukan karena sang tokoh yang banyak digandrungi para wanita. Begitu ideal emang tetapi itulah yang akan ditawarkan sebagai novel psikologi pembangkit jiwa, lalu bagaimana dengan filmnya?.

Dalam wawancaranya dengan majalah Islam “Az-Zikra” Hanung berpendapat film itu adalah hasil kompromi -dalam bahasaku- antara Idealis Syar’i penulis dengan idealis pasar+kekinian yang diwakili dirinya . Dalam pandangan Hanung tidak akan mungkin dia memvisualisasikan sosok Fahry sebagai sosok yang melangit. Sekarang bukannya jaman sosok pemuda “Catatan Si Boy” lagi yang alim, kaya, ganteng lagi. Farry harus digambarkan sebagai sosok manusia biasa.

Dalam sebuah kejadian yang dalam pandangan Hanung sebagai sebuah makna Religiusitas adalah saat Fahry dipenjara, kemuadian dia mengeluh pada Allah “Ya Allah aku sudah patuh pada Qu’an dan SunnahMu, kenapa aku masih dipenjara?” . Saat Proses Kesadaran Fahry bahwa manusia adalah tempanya khilaf dan menjadikan kejadian tersebut sebagai ujian kenaikan derajat manusia adalah sebuah makna yang sangat religius bagi Hanung.

Terlepas suka atau tidak suka kita terhadap Film yang berbau menggurui, Film ini menurutku layak ditunggu karena bisa menjadi jalan tengah (atau jalan ketiga jiak agak meluas seperti ungkapan Anthony Giddens?) antara film percintaan yang terkesan didominasi unsur syahwati dengan film yang menuntun kita menuju insan yang punya tuntunan.

Akhirnya, bila dalam bahasa Dedi Mizwar kita jangan hanya memberi tontonan tetapi juga harus memeberi tuntunan kepada masyarakat, maka dalam pendapatku film bagus dan tidak bagus adalah jika kita masuk bioskop kemudian menonton dan dapat satu hikmah atau setidaknya mengubah paradigma kita tentang suatu masalahatau persoalan ,maka film itu berhasil. Kita tunggu saja, karean saat aku tulis ini film itu baru diputer di Palsa Senayan XXI.Berharap datangnya Lembayung langit senja yang indah tampaknya memang menyenagkan walau pada akhirnya sore ini datang dengan hujan dan petir. Salam pecinta film bermakna.
Bravo Kang Abik, Bravo Hanung…Ciayo

Jaksel..210208 (23:55)